Esquire Theme by Matthew Buchanan
Social icons by Tim van Damme

31

May

I’m so jealous of those girls who have flawless skin, long eyelashes, a perfect nose, long hair, perfect teeth, curvy bodies, but yet they’re still skinny. I’m jealous of those girls that, no matter what they wear, they still look beautiful. Girls who are photogenic, who can make the craziest face, yet they still look cute. A girl who looks just as beautiful with makeup on as she does with it off.

(Source: in-fi-nito)

30

May

29

May

Sweet Serendipity: I’m afraid.

strawberrytelle:

I’m afraid that our relationship and the love that we currently share right now will soon turn into something similar in the past. I’m afraid that what we have will be like my past relationships that eventually fade away, just like the others. I’m afraid that we’ll soon get pass the infatuation…

(Source: writeinspace)

Treat your girl right or anyone else will
 (via dheaa)

16

Mar

16/3/2012

yah, semuanya pasti bakal ngalamin yang gue alamin. nangis karena kangen rumah. suasana ini ngebuat gue puter ulang semua ingatan gue tentang dulu, tentang kota Malang dulu yang gue bayangin.

scene pertama dimulai ketika gue liat muka sedih mama yang ngitung berapa lama lagi gue ada di rumah dan ninggalin mama sendirian di rumah. ga ada lagi temen nyalon, temen facial, dan temen kecewek-cewekan -walopun gue ga suka hal itu- yang bisa gue sama mama lakuin. mama sedih. yah, dan gue pun ikut sedih. sedih ninggalin zona nyaman dan aman punya gue sendiri. gue ngerasa cukup di rumah saat itu, dan ga ada alasan satu pun yang bisa lenyapin zona aman nyaman gue kecuali satu, kenyataan gue harus ninggalin rumah saat itu untuk kuliah di Malang.

scene pun berganti. scene yang kedua ini muncul muka yang sangat familiar dalam dunia gue sekarang. Bima Arief Setyawan. muka itu muncul ketika Malang mulai ngisi suasana baru hidup gue. ketawanya, senyumnya, candanya, dan semuanya tentang dia kaya ngehipnotis gue buat suka sama dia. well, dia jadi teman pertama gue di kota baru ini sekaligus jadi prang pertama yang care sama gue di suasana yang baru ini. gue beruntung dan gue bersyukur punya dia mulai awal. karena dia secara otomatis jadi guider gue disini, jadi tempat curhat, jadi tempat relaksasi pikiran gue pas lagi mumet sama pelajaran kuliah. dia dengan segala sifatnya yang menurut gue hampir menuju sempurna, dan itu semua jadi milik gue, karena dia jadi pacar gue.

berganti scene lagi. di scene ini, gue mulai nyadarin, bima ga sepenuhnya punya gue. dia bukan punya gue, tapi dia punya keluarganya. gue iri.

and.. the end..

pada akhirnya gue harus survive sendiri. mau ga mau gue harus bisa. tinggal masalah bulan aja dia balik ke rumahnya. tinggal masalah waktu gue ngeliat dia pergi dan (mungkin) ga kembali..

sekarang.. gue kangen rumah. gue kangen mama. gue kangen papa. gue kangen keluarga gue. gue kangen zona aman nyaman gue. gue iri denger temen-temen gue dengan segudang ceritanya di rumahnya. gue iri ngeliat temen-temen bawa oleh-oleh dari kampung rumahnya..